SIAPAKAH WANITA YANG PINCANG ITU?
Pertanyaan No. 72 :
Mohon dijelaskan Mikha 4 : 6, 7 !
Jawab :
"Pada hari itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan mengumpulkan dia (her) yang pincang, dan Aku akan mengumpulkan dia (her) yang terusir keluar, dan dia (her) yang telah Kususahkan; maka Aku akan membuat dia yang pincang itu menjadi suatu umat yang sisa (a remnant), dan dia yang terbuang jauh itu menjadi suatu bangsa yang kuat; maka Tuhan akan memerintah atas mereka itu di gunung Sion semenjak dari saat itu dan seterusnya sampai selama-Iamanya." Mikha 4 : 6, 7.
Ayat-ayat ini menggambarkan tiga bangsa : yaitu "dia yang pincang", "dia yang terusir keluar", dan dia yang "disusahkan".
Dalam perumpamaan mengenai penabur benih kepada kita diceritakan bahwa "orang yang menerimakan benih itu ke dalam tempat-tempat yang berbatu, dialah orang yang mendengar Firman, lalu segera (tidak pincang) menyambut-Nya dengan gembira, tetapi ia itu tidak berakar di dalam dirinya, melainkan hanya bertahan sementara, karena apabila kesusahan atau aniaya datang karena sebab Firman itu, maka ia akan menyeleweng ........... Tetapi orang yang menerimakan benih itu ke dalam tanah yang baik, dialah yang mendengar Firman dan memahami-Nya, yang juga berbuah, dan terus menghasilkan, ada yang seratus kali, ada yang enam puluh kali, ada yang tiga puluh kali." Matius 13 : 20, 21.
Perbedaan di antara dua tanah itu ialah bahwa benih di dalam tanah yang dangkal dan berbatu-batu tumbuhnya cepat sekali, sedangkan benih di dalam tanah yang baik dan dalam tumbuhnya perlahan-lahan.
Dari pelajaran analogi ini kita saksikan bahwa “dia yang pincang itu” ialah orang yang menerima benih di dalam tanah yang baik, yaitu sidang Kristen. Dan dialah orang yang perlu dikumpulkan, karena ia telah terceai-berai dan terpecah-pecah ke dalam berbagai faham. Kemudian, apabila terkumpul ia akan membentuk “orang-orang yang tersisa” dari perempuan itu. Wahyu 12 : 17.
Dia "yang terusir keluar itu" tak mungkin lain daripada kerajaan sepuluh-suku itu, dan dia yang "susah" itu ialah kerajaan dua suku, yaitu Yehuda, sebagaimana yang akan terlihat dari bacaan Mikha pasal tiga.
"Dia yang pincang itu", sidang Kristen, oleh Tuhan akan dibuat menjadi suatu umat yang sisa : la akan memisahkan anak-anaknya yang tidak sah, yaitu lalang-lalang daripadanya. "Dan dia yang telah terbuang jauh", kerajaan sepuluh-suku itu, akan dibuatNya menjadi "suatu bangsa yang kuat : maka Tuhan akan memerintah atas mereka itu di Gunung Sion semenjak itu dan seterusnya, bahkan untuk selamanya." Mikha 4 : 7. Maka kepada Yehuda “akan berhimpun segala bangsa". Kejadian 49 : 10.
Semua keturunan dari ketiganya ini --- dari "dia yang pincang" (sidang Kristen yang mula-mula ditambah orang-orang Kapir yang bertobat), dari "dia yang terusir keluar" (Israel yang tersebar-sebar --- kerajaan sepuluh-suku itu), dan dari dia yang "susah" (kerajaan dua-suku, Yehuda) -- akan membentuk sidang Kerajaan itu.
Dengan demikian rakyat yang merupakan akar dari Kerajaan itu, akan ditobatkan dan dihimpunkan dari sidang Kristen dan dari keturunan-keturunan kedua kerajaan kuno, Israel dan Yehuda, dan kemudian dibawa ke Gunung Sion, sebab "Tuhan mencintai pintu-pintu gerbang Sion melebihi semua tempat kediaman Yakub. Perkara-perkara yang mulia akan dibicarakan dari hal kamu, Ya kota Allah. Selah. Aku akan menyebut Rahab dan Babil kepada mereka yang mengenal Aku : bahwasanya Philistia dan Tyre, bersama dengan Ethiopia, orang ini telah lahir di sana. Dan dari hal Sion akan kelak dikatakan, Orang ini dan orang itu telah lahir di dalamnya (her), dan yang tertinggi itu sendiri akan meneguhkan dia (her). Tuhan akan menghitung, apabila Ia mencatat orang banyak itu. bahwa orang ini telah lahir di sana. Selah." Mazmur 87 : 2 - 6.
|